Manfaat Hewan Peliharaan, Banyak Lho!

Semakin banyak orang yang memilih melihara binatang seperti anjing, kucing, dan binatang-binatang lucu lainnya. Selain sebagai teman, alasan lain yang membuat mereka memilih melihara binatang-binatang lucu itu karena dapat menjadi teman setia di kala sedih juga gembira.

Bahkan, binatang-binatang setia ini juga bisa membantu orang dengan gangguan mental, autisme, PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder), dan kondisi lainnya yang berfungsi di dalam kehidupan sehari-harinya.

Memang, beberapa binatang sudah terlatih untuk membantu pasien dengan autisme, untuk meningkatkan keterampilan dan interaksi sosial pasien itu.

Seperti yang dialami Annie Roeder (29) dari Palm Beach Gardens, Florida, Amerika Serikat. Wanita ini diketahui memiliki gangguan disoasiatif, suatu kondisi hilangnya memori spradis, perasaan akan persepsi terhadap orang-orang dan benda-benda yang tidak nyata.

Seperti dikutip dari Fox News, Rabu (6/11/2013), Annie mengatakan, dengan bantuan seekor anjing, ia berhasil mengatasi penyakitnya itu. Caranya, anjing itu mengingatkan Annie apa yang sebenarnya dialami dalam keadaan berbaring, dan anjing itu duduk di pangkuannya.

Lebih lanjut Annie mengatakan, ia pernah mengalami ketakutan ketika menghabiskan banyak waktu di tempat umum, ketika ia mengalami disoasitif itu. Namun, karena bantuan anjingnya yang berusia 2,5 tahun, Annie kini merasa nyaman dan mulai terbiasa melakukan kegiatan rutin di luar rumahnya. (Adt/Abd)

Sumber : Liputan6.com

Mau Cari Hewan Peliharaan yang Tepat? Pakai Aplikasi Ini

Liputan6.com, California – Jika hewan peliharaan kesayangan baru saja meninggal atau hilang, jangan khawatir karena sekarang ada sebuah aplikasi yang dapat membantu Anda untuk menemukan hewan peliharan yang mirip dengan hewan peliharaan kesayangan Anda.

Disebut PetMatch, aplikasi besutan startup Superfish ini didukung sebuah mesin algoritma visual sehingga Anda dapat menemukan hewan peliharaan, seperti kucing atau anjing yang siap untuk adopsi dengan karakter dan fisik yang mirip dengan kucing atau anjing milik Anda yang meninggal atau hilang.

Cara penggunaannya, cukup upload foto ke PetMatch, atau menggunakan gambar sampel dari galeri di perangkat mobile. Kemudian aplikasi ini akan mencari database dari hewan peliharaan dengan dengan karakter serupa. Proses ini dilakukan PetMatch dengan teknologi pengenalan gambar yang disebut analisis geometris.

Tak cuma gambar, proses scanning itu juga akan mencocokkan jarak antara mata, sudut mulut, bentuk wajah, dan warna bulu hewan. Selanjutnya Anda dapat menelusuri daftar hewan peliharaan yang dianggap potensial sebelum Anda berniat mengadosinya.

“PetMatch adalah cara cepat dan intuitif untuk mencari hewan peliharaan untuk diadopsi,” ujar Superfish seperti dikutip dari Daily Mail, Minggu (25/5/2014). PetMatch kompatibel dengan iPhone, iPad, dan iPod Touch yang berjalan pada platform iOS 7.0 atau di atasnya.

Namun sayang, untuk saat ini PetMatch hanya tersedia di Amerika Serikat dan hanya kucing dan anjing yang ditampilkan. Belum jelas, kapan aplikasi ini akan diluncurkan di wilayah lain. Superfish sendiri didirikan pada tahun 2006 oleh Adi Pinhas dan Michael Chertok.

Perusahaan asal California ini juga memiliki sebuah aplikasi yang disebut Window Shopping untuk membantu pembeli menemukan item pakaian yang mirip dengan yang mereka miliki dalam lemari pakaian mereka atau apa yang telah dilihat di majalah.

(Dewi Widya Ningrum)

Sumber : liputan6.com

Kucing Juga Bisa Sebarkan TB, Ini Buktinya

London, TB alias tuberkulosis sejatinya memang penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri. Namun biasanya penyebaran dilakukan oleh penderita TB sendiri atau dari manusia ke manusia. Hanya saja baru-baru ini dikabarkan ada dua pasien yang tertular TB dari kucing rumahan.

Pihak Public Health England mengumumkan bahwa kedua kasus ini masih berkaitan dengan penemuan 9 kucing yang terinfeksi Mycobacterium bovis (salah satu strain TB yang menyerang hewan) di daerah Berkshire dan Hamphire, Inggris.

Dari 9 kucing yang terinfeksi TB, enam di antaranya meninggal dunia dan tiga lainnya masih dalam perawatan.

Kedua pasien ini ditemukan setelah PHE melakukan pengamatan pada orang-orang yang memiliki kontak dengan 9 kasus kucing yang terserang TB tadi.

Dari hasil analisis molekulernya juga meyakinkan bahwa sampel M. bovis yang diambil dari kucing yang terinfeksi TB cocok dengan strain TB yang ditemukan pada pasien manusia, dan hal ini mengindikasikan bahwa bakteri tersebut ditularkan oleh kucing yang terkena TB tadi.

Penularannya diduga bisa dari menghirup atau menelan bakteri yang menempel di tubuh hewan peliharaan dan luka terbuka yang terkontaminasi bakteri ketika menggendong kucing atau hewan peliharaan yang ternyata terkena TB.

“Penting untuk diingat bahwa ini (M. bovis) adalah klaster TB yang sangat tidak biasa pada kucing rumahan. Biasanya kebanyakan ditemukan pada hewan ternak. Ini adalah kasus penularan bakteri TB dari kucing ke manusia yang pertama ditemukan,” terang Dr Dilys Morgan dari PHE seperti dikutip dari BBC, Jumat (28/3/2014). Terlebih lagi, peneliti dari PHE juga mengatakan bila risiko penyebaran M. bovis dari kucing ke manusia sangat rendah.

Pakar lain, Prof Noel Smith dari AHVLA pun mengungkapkan bahwa risiko penyebaran TB dari kontak langsung antara kucing dengan hewan ternak yang terinfeksi TB sendiri juga sangat kecil, bahkan hampir mungkin tidak terjadi, kecuali bila di alam bebas.

Selain kedua orang yang dinyatakan positif mengidap TB aktif dari kontak dengan kucing, PHE juga menemukan dua kasus TB akibat kontak yang sama, akan tetapi tuberkulosisnya tidak aktif. PHE menambahkan kedua pasien yang terinfeksi TB dari kucing rumahan masih berada dalam perawatan medis.

 

Sumber : Detik.com

Wanita Jangan Takut Pelihara Kucing

Jakarta -Banyak orang, terutama wanita tak mau memelihara kucing lantaran takut terkena virus toksoplasma yang membuat susah punya anak. Tak sedikit pula orang tua yang melarang anaknya merawat binatang karena hal itu.
Namun, ketakutan tersebut berhasil ditepis oleh mereka yang mampu menjaga kesehatan hewan kesayangannya secara maksimal. Misal, memperhatikan kebersihan kandang hingga pemberian vaksin.

Pecinta kucing sekaligus pendiri Yayasan Peduli Kucing Qori Soelaiman menjelaskan, anggapan kucing pembawa virus toksoplasma harus diluruskan. “Tokso itu parasit dari tanah. Jadi, tergantung bagaimana kita menjaga kebersihan dan kesehatan. Artinya, jangan kucing yang disalahkan. Kalau kucing kita sehat, kita juga sehat,” kata Qori saat ditemui di Bekasi Square, Kota Bekasi, Sabtu (1/2/2014).

Wanita 38 tahun ini melanjutkan, selama kucing diberikan perhatian dan perawatan yang baik, maka penyakit apapun tak akan hinggap di tubuh si pemilik. “Tokso itu muncul pada kotoran yang mengendap selama 24 jam. Jadi, kalau kotoran langsung dibuang dan dibersihkan, ya aman,” ujarnya.

Qori sendiri sudah menikah, tapi belum dikaruniai keturunan. Sebagian besar keluarga, juga tetangga menduga hal itu lantaran kebiasaan merawat kucing. Perasaan sedih jelas muncul. Bukan soal belum diberi keturunan, melainkan omongan miring seputar si meong. Padahal, setiap tahun ia rutin melakukan tes dan hasilnya bersih.

“Saya tiap tahun cek tokso, alhamdulillah negatif. Sampai suami saya bilang, ‘sudah pajang saja hasil tesnya di dinding’. Teman-teman saya punya kucing, tapi lihat, mereka punya anak,” kata Qori. Artis dan presenter Tya Ariestya pun sepakat. Dia sama sekali tidak takut terkena toksoplasma karena kesehatan 9 kucingnya diperhatikan dengan baik.

“Enggak sih enggak takut ya. Soalnya pemahaman kita saja yang suka salah. Kucing bisa bawa penyakit kalau pemiliknya jorok dan enggak mau urus. Kalau kucingnya dirawat baik, kandang dibersihkan, dikasih vaksin, Insya Allah sehat-sehat saja,” ujarnya.

Duta taekwondo Indonesia itu pun mengaku rutin melakukan pemeriksaan kesehatan kucing-kucingnya di dokter hewan tiap periode tertentu. “Namanya vaksin sudah enggak boleh ditawar, wajib hukumnya. Kitanya juga mesti jaga kebersihan dan kesehatan kayak cuci tangan setelah gendong kucing,” kata Tya.

Sumber  : detik.com